Showing posts with label Sport. Show all posts
Showing posts with label Sport. Show all posts

12 Aug 2020

Media Asing Soroti Keberhasilan Wakil Indonesia Juara PMWL East 2020


Keberhasilan tim eSports perwakilan Indonesia, Bigetron Red Aliens (BTR), menjadi juara di PUBG Mobile World League (PMWL) East 2020 mendapat sorotan media asing. 


INDOSPORT.COM - Keberhasilan tim eSports perwakilan Indonesia, Bigetron Red Aliens (BTR), menjadi juara di PUBG Mobile World League (PMWL) East 2020 mendapat sorotan dari salah satu media asing, Sportskeeda. Kemenangan Bigetron ini pun menjadi salah satu pemberitaan yang tentunya sangat membanggakan bagi publik Tanah Air, apalagi dengan status mereka sebagai juara. “Grand final PUBG Mobile World League 2020 sudah selesai. Total 24 laga dalam empat hari telah digelar. Bigetron Red Aliens (BTR) tampil sebagai pemenang Season Zero PMWL 2020 East,” demikian bunyi petikan berita tersebut. Kemampuan Zuxxy, Luxxy, Microboy, dan Ryzen yang menggawangi tim Bigetron Red Aliens memang sudah tak perlu ditanyakan lagi. Baca Juga Bungkam Fans Karbitan, Begini Psywar Bigetron RA ke RRQ usai Juara PMWL 2020 Baca Juga Cantiknya Angela Lee saat Jadi Hanabi dari Game eSports Mobile Legends Usai memuncaki klasemen pada grand final hari ketiga, Zuxxy dkk berhasil mempertahankan posisi mereka pada grand final hari keempat, Minggu (09/08/20) malam WIB. Pada grand final hari keempat itu, Bigetron harus menghadapi persaingan ketat. 

Meski memuncaki klasemen jelang Final Game dengan 280 poin, mereka ditempel ketat oleh RRQ Athena dari Thailand yang mengoleksi 274 poin. Meski demikian, usai Final Game, Bigetron berhasil mempertahankan keunggulan dengan meraih 287 poin, dengan catatan dua kali meraih Chicken Dinner dan 113 kills. Sementara itu, Orange Rock Esports mengoleksi 278 poin (111 kills) dan berada di posisi runner-up pertama, disusul RRQ Athena dengan 276 poin (101 kills). Baca Juga Resmi, Bigetron Jadi Juara Dunia di Ajang PMWL East 2020 Baca Juga 3 Sniper dengan Damage Terbesar di PUBG Mobile Dengan hasil tersebut, Bigetron RA pun menjadi juara di PMWL East 2020 dan mengharumkan nama Indonesia di kancah eSports PUBG Mobile, bahkan sampai masuk pemberitaan internasional.

 ADVERTISEMENT Ajang PMWL 2020 sendiri dibagi menjadi dua divisi yakni East dan West. Setiap wilayah memiliki 16 tim yang berkompetisi untuk memenangkan gelar prestisius sekaligus hadiah uang 425 ribu dolar AS atau sekitar Rp6,4 miliar.



23 Feb 2020

Jadwal Pertandingan Persib di Liga 1 Indonesia 2020 Putaran 1 dan 2



Melalui surat dari PT LIB bernomor 045/LIB/II/2020 itu, tercatat secara rinci rencana agenda kompetisi Liga 1 mulai dari pekan pertama sampai dengan pekan ke-34. Menurut draft itu, Persib akan memulai kompetisi pada tanggal 1 Maret 2020 melawan Persela Lamongan di kandang sendiri pada pukul 18.30 WIB. Di pekan kedua, I Made Wirawan dkk akan bertolak ke Malang untuk menantang Arema FC pada tanggal 8 Maret 2020 pukul 18.30 WIB.

Selanjutnya, skuat Maung Bandung dijadwalkan kembali bermain di kandang untuk menjamu PSS Sleman pada tanggal 15 Maret 2020 pukul 18.30 WIB.  Akan tetapi, jadwal ini belum merupakan keputusan final. LIB masih membuka kemungkinan untuk tanggapan (feedback) dari semua klub peserta apabila merasa keberatan

Untuk hak siar, Emtek group resmi sebagai pemegang hak siar kompetisi Liga 1 2020 Nantinya, akan ada tiga channel yang akan menayangkan secara langsung pertandingan-pertandingan di Liga 1 Indonesia. Adapun rincian pertandingan yang akan disiarkan secara langsung oleh Emtek Grup adalah 188 pertandingan akan tayang secara eksklusif di Indosiar. Kemudian 50 pertandingan akan disiarkan di O’Channel. Selain itu, 306 pertandingan bisa dinikmati langsung via streaming di aplikasi Vidio.com.

Berikut ini draf jadwal Persib Bandung di Liga 1 Indonesia 2020 untuk putaran Pertama:

JADWAL PUTARAN PERTAMA
Maret 2020
Pertandingan: Persib Bandung Vs Persela Lamongan
Hari, tanggal: Minggu (1/3/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Arema FC Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Minggu (8/3/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs PSS Sleman
Hari, tanggal: Minggu (15/3/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

April 2020
Pertandingan: Persita Tangerang Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Minggu (5/4/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Barito Putera
Hari, tanggal: Jumat (10/4/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Madura United Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Sabtu (18/4/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Bali United
Hari, tanggal: Kamis (23/4/2020)
Kick off: pkl. 20.30 WIB

Mei 2020
Pertandingan: PSM Makassar Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Sabtu (2/5/2020)
Kick off: pkl. 20.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Persikabo
Hari, tanggal:

Kamis (7/5/2020)
Kick off: pkl. 20.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Persiraja
Hari, tanggal: Kamis (14/5/2020)
Kick off: pkl. 20.30 WIB

Juni 2020
Pertandingan: PSIS Semarang Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Sabtu (13/6/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Borneo FC
Hari, tanggal: Sabtu (20/6/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Persebaya Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Minggu (28/6/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Juli 2020
Pertandingan: Persib Bandung Vs Bhayangkara FC
Hari, tanggal: Kamis (2/7/2020)
Kick off: pkl. 15.30 WIB

Pertandingan: Persik Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Senin (6/7/2020)
Kick off: pkl. 15.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Persija Jakarta
Hari, tanggal: Minggu (12/72020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Persipura Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Jumat (17/7/2020)
Kick off: pkl. 15.30 WIB

JADWAL PUTARAN KEDUA
Pertandingan: Persela Lamongan Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Minggu (26/7/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Arema FC
Hari, tanggal: Kamis (30/7/2020)
Kick off: pkl. 15.30 WIB

Agustus 2020
Pertandingan: PSS Sleman Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Senin (3/8/2020)
Kick off: pkl. 20.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Persita Tangerang
Hari, tanggal: Minggu (9/8/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Barito Putera Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Jumat (14/8/2020)
Kick off: pkl. 17.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Madura United
Hari, tanggal: Selasa (18/8/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Bali United Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Sabtu (22/8/2020)
Kick off: pkl. 20.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung VS PSM Makassar
Hari, tanggal: Jumat (28/8/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

September 2020
Pertandingan: Persikabo Vs Persib Bansung
Hari, tanggal: Sabtu (12/9/2020)
Kick off: pkl. 15.30 WIB

Pertandingan: Persiraja Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Rabu (16/9/2020)
Kick off: pkl. 20.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs PSIS Semarang
Hari, tanggal: Minggu (20/9/2020)
Kick off: pkl. 15.30 WIB

Pertandingan: Borneo FC Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Sabtu (26/9/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Oktober 2020
Pertandingan: Persib Bandung Vs Persebaya
Hari, tanggal: Minggu (4/10/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Bhayangkara FC Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Rabu (14/10/2020)
Kick off: pkl. 15.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Persik
Hari, tanggal: Minggu (18/10/2020)
Kick off: pkl. 15.30 WIB

Pertandingan: Persija Jakarta Vs Persib Bandung
Hari, tanggal: Minggu (25/10/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

Pertandingan: Persib Bandung Vs Persipura
Hari, tanggal: Sabtu (31/10/2020)
Kick off: pkl. 18.30 WIB

3 Dec 2014

Wah, Nama Lionel Messi Dijadikan Nama Sebuah Jalan di Argentina!

Wah, Nama Lionel Messi Dijadikan Nama Sebuah Jalan di Argentina!


Banyak cara dilakukan untuk mengapresiasi prestasi seorang pesepakbola. Belum lama ini, warga di sebuah desa di Argentina memilih untuk mengganti nama jalan dengan nama sejumlah pesepakbola Argentina yang berhasil membawa Tim Tango ke final Piala Dunia 2014 lalu.
Dilansir dari Metro, desa El Chanar yang terletak di barat laut propinsi Tucuman dengan sengaja menamai sejumlah jalan dengan nama pesepakbola timnas Argentina seperti Lionel Messi, Sergio Aguero dan Angel Di Maria.
Messi misalnya, namanya digunakan sebagai nama jalan di sebuah persimpangan yang bersinggungan langsung dengan jalan yang dinamai penyerang Manchester City Sergio Aguero. Sementara Jalan Di Maria terletak di lokasi lain yang tidak jauh dari persimpangan tersebut.

Selain untuk mengapresiasi, rupanya penamaan jalan yang diubah dengan nama pesepakbola nasional Argentina itu juga memberikan kebanggan tersendiri bagi warga yang tinggal di desa tersebut. Menurut mereka, desa El Chanar kini akan semakin terkenal dan dikunjungi oleh banyak orang.
“Adik perempuanku tinggal di Jalan Di Maria, dan kami percaya bisa membawa keburuntungan karena putranya juga seorang pesepakbola yang bermain di posisi yang sama seperti Di Maria,” ujar salah seorang warga.
Waah.. ada-ada saja ya, Dreamers! ^^ (Syf)

25 Nov 2014

Persib Ingin Tiru Persipura di Ajang AFC Cup

Persib Ingin Tiru Persipura di Ajang AFC Cup

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Setelah meraih juara Liga Super Indonesia (LSI) musim ini, Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Glen Sugita menargetkan tim Persib Bandung harus lebih baik lagi musim depan dan bisa mempertahankan gelar juara.

"Rencana kami musim depan, ingin seperti Persipura Jayapura. Mereka kuat dan bisa bicara di tiap kompetisi. Dan yang pasti, kami harap Persib bisa bersaing di ajang AFC Cup dan pertahankan gelar juara di LSI," kata Glen kepada wartawan di sela acara syukuran Persib juara, Minggu (23/11/2014) malam.

Ia menjelaskan, Persib harus meniru Persipura di ajang AFC Cup. Persipura sendiri di ajang AFC Cup musim ini finish di perempat final.

"Targetnya kaya Persipura deh, kalau enggak bisa berprestasi di Liga Champions Asia (LCA) meski berat," ujarnya.

Setelah penantian panjang selama 19 tahun, Maung Bandung kembali merasakan gelar juara. Gelar juara LSI musim ini pula yang mengantarkan Persib ke ajang Asia. (men)

27 Oct 2014

Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Prancis

Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Prancis

Target Tontowi/Liliyana Usai Juara French Open

Indonesia akhirnya bisa membawa pulang satu gelar juara di Prancis Terbuka Super Series 2014. Satu-satunya gelar didapat ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Tontowi/Liliyana mengalahkan pasangan Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock di partai puncak. Bertanding di Stade Pierre de Coubertin pada Minggu (16/10/2014) malam WIB, pasangan Indonesia menang 21-9, 21-16 dalam waktu hanya selama 33 menit.

Gelar juara ini menjadi pelipur lara bagi pasangan Tontowi/Liliyana yang gagal menjadi juara di dua turnamen terakhir, Asian Games dan Denmark Terbuka Super Series Premier.

Praktis Tontowi/Liliyana sudah mengoleksi tiga gelar juara super series di tahun 2014 ini. Dua gelar sebelumnya didapat di All England dan Singapura Terbuka.

25 Oct 2014

Perjudian Carletto vs Efek Kejut El Pistolero

Perjudian Carletto vs Efek Kejut El Pistolero


Barcelona's Lionel Messi from Argentina, left, celebrates his goal next Real's Cristiano Ronaldo, during a Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and FC Barcelona at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid, Spain, Sunday, March 23, 2014. (AP Photo/Andres Kudacki)Barcelona's Lionel Messi from Argentina, left, celebrates his goal next Real's Cristiano Ronaldo, during …
Oleh: Yoga Cholandha
Real Madrid dan Barcelona kembali akan bersua di Santiago Bernabeu, Sabtu (25/10) ini. Meski dirasa sebagian orang mulai membosankan, namun sebenarnya, pertemuan antara dua tim ini tidak pernah kehabisan cerita.
Selain menyajikan banyak cerita dari luar lapangan hijau, secara taktikal, pertemuan kedua tim ini selalu menarik untuk dibicarakan. Berjubelnya pemain-pemain kelas satu di kedua tim membuat satu perubahan taktikal saja akan memberi sentuhan yang berbeda pula.
Kepergian Xabi Alonso ke FC Bayern Muenchen membuat Madrid memulai musim dengan cercaan banyak pihak. Bagi publik, hal ini dianggap seperti mengulangi kesalahan yang sama sekitar satu dasawarsa silam setelah Los Merengues mendatangkan David Beckham namun justru melepas dinamo permainan mereka kala itu, Claude Makelele. Musim ini, Madrid melengkapi proyek Galactico jilid kedua mereka dengan mendatangkan James Rodriguez dan melepas Xabi, sang stabilisator mereka selama beberapa musim terakhir.
Transfer ala Galactico ini dianggap akan melemahkan permainan El Real karena kemampuan menyerang mereka sebetulnya sudah dianggap lebih dari cukup. Apalagi, di saat yang bersamaan, mereka juga mendatangkan Toni Kroos dari FC Bayern. Kroos yang lebih dominan dalam menyerang dianggap sudah lebih dari cukup untuk meningkatkan kualitas serangan Real Madrid dan kedatangan James, khususnya dengan banderol selangit, dianggap sebagai sebuah kemubaziran.
Real Madrid's Toni Kroos leaves the pitch after losing his Spanish first division soccer match against Atletico Madrid at Santiago Bernabeu stadium in Madrid September 13, 2014. REUTERS/Sergio Perez (SPAIN - Tags: SPORT SOCCER)
Real Madrid's Toni Kroos leaves the pitch after losing his Spanish first division soccer match against Atletico …
Sampai saat ini, ternyata, kepergian Xabi serta kedatangan James justru membuat permainan Madrid lebih atraktif, persis keinginan sang patron, Florentino Perez. James yang memang seorang fantasista mampu memberikan sentuhan berbeda. James sampai sekarang ini boleh dikatakan mampu menjustifikasi harga mahal yang harus dibayarkan ke AS Monaco. Publik mengharapkan James untuk bisa menjadi penghibur di lapangan hijau dan sampai sekarang ia mampu menunjukkannya.
Akan tetapi, permainan Real Madrid dengan trio James-Luka Modric-Kroos di lini tengah belum menemui lawan yang memiliki lini tengah yang berpotensi merusak permainan mereka. Mereka memang sudah bertemu dengan Atletico Madrid pada tiga pertandingan awal, dan hasilnya negatif. Real kalah dua kali dan meraih satu hasil imbang. Melawan Real Sociedad pun mereka tumbang dengan skor 2-4. Namun, jika boleh dicari satu pembenaran, ketika itu, permainan Madrid belum benar-benar nyetel. Terbukti, setelah hasil negatif pada awal musim tersebut, kini mereka tancap gas dan meraih hasil-hasil positif secara beruntun.
Ini menandakan bahwa secara perlahan, Carlo Ancelotti, meski awalnya diwarnai perjudian, mampu menyusun permainan Madrid, khususnya lini tengah mereka, menjadi satu unit yang solid. Ketiadaan seorang ball-winner mumpuni ditutup lini tengah Madrid dengan permainan zonal dan kemampuan ball retention yang lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya. Tetapi, kembali lagi ke alinea sebelumnya. Madrid yang sudah nyetel ini belum bertemu dengan tim yang satu kelas dengan mereka, dan menghadapi Barcelona, Los Blancos akan menghadapi ujian yang sebenarnya.
Dari kubu Barcelona, musim ini mereka coba melakukan regenerasi secara perlahan. Pensiunnya Carles Puyol coba ditutup dengan pembelian Jeremy Mathieu dari Valencia dan Thomas Vermaelen dari Arsenal. Sejauh ini, Mathieu sudah mampu membuktikan bahwa ia bisa setidaknya menutup lubang yang ditinggalkan Puyol, meski belum benar-benar eksepsional. Meski begitu, Mathieu, sebagai seorang ball-playing defender, setidaknya mampu nyetel dengan permainan Barcelona yang memang membangun serangan dari lini belakang.
FC Barcelona's Belgian Thomas Vermaelen attends a training session at the Sports Center FC Barcelona Joan Gamper in San Joan Despi, Spain, Saturday, Aug. 23, 2014. (AP Photo/Manu Fernandez)
FC Barcelona's Belgian Thomas Vermaelen attends a training session at the Sports Center FC Barcelona Joan Gamper …
Di lini tengah, Barcelona mendatangkan gelandang Ivan Rakitic dari Sevilla, dan sejauh ini, gelandang berambut pirang ini mampu menjadi pelapis sepadan bagi Xavi Hernandez yang kian menua. Rakitic, selain memiliki kualitas umpan  yang mumpuni, meski belum sekualitas Xavi, memiliki atribut tambahan berupa work rate tinggi. Dengan hal ini, Rakitic seperti menambah tenaga bagi lini tengah Barcelona yang selama ini dikenal elegan.
Injeksi menarik dilakukan Barcelona untuk lini depan mereka. Selain transfer Luis Suarez yang menjadi headline, dipromosikannya Sandro dan Munir El-Haddadi dari tim junior mampu menambah kedalaman skuat di lini depan Barcelona. Sandro dan Munir memang sudah membuktikan bahwa mereka layak menjadi pemain inti di tim senior Barcelona, namun fokus El Clasico kali ini, suka tidak suka, tetap ada pada kesiapan Luis Suarez.
Johan Cruyff sudah menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk tidak menurunkan Suarez dari awal meskipun ia baru saja kembali dari hukuman empat bulan larangan bermain. Suarez memang dikabarkan sudah kembali ke kondisi terbaiknya setelah sempat dianggap kegemukan kala melakoni ‘debut’ bersama Barcelona B menghadapi timnas U-19 Indonesia.
Barcelona's players Luis Suarez smiles during a training session at Joan Gamper training camp, near Barcelona October 20, 2014. FC Barcelona and Ajax will play their Champions league soccer match on Tuesday. REUTERS/Albert Gea (SPAIN - Tags: SPORT SOCCER)
Barcelona's players Luis Suarez smiles during a training session at Joan Gamper training camp, near Barcelona …
Suarez memang penyerang dengan paket lengkap. Ia tajam, punya teknik tinggi, dan punya work rate istimewa. Dengan keberadaan Suarez di depan, Barcelona akan memiliki lebih banyak opsi dalam membangun serangan. Selain itu, work rate tinggi yang dimiliki penyerang Uruguay akan sedikit banyak membantu pertahanan Barcelona agar tidak mudah diserang. Lebih dari itu, ia adalah seorang big game player yang mampu mengubah hasil pertandingan lewat aksi-aksi individualnya.
Partai El Clasico akan menjadi ujian bagi Real Madrid secara keseluruhan. Apabila mereka mampu tampil baik, maka kebutuhan akan gelandang bertahan mumpuni belum akan menjadi urgensi untuk musim ini. Di sisi lain, partai ini akan menjadi ujian kredibilitas Luis Enrique sebagai seorang pelatih. Siapapun yang bisa beradaptasi dengan lebih cepat dengan berbagai perubahan yang ada di tim mereka, akan memiliki peluang lebih besar untuk memenangi pertandingan.

Menanti R(E)volusi Enrique

Menanti R(E)volusi Enriqu
e
Segera setelah peresmiannya sebagai pelatih baru FC Barcelona, Luis Enrique Martinez langsung memulai kerja cerdasnya membenahi skuad. Pengalamannya sebagai pemain Barca selama delapan tahun dan tangan dinginnya memimpin pasukan muda FC Barcelona B dalam kurun waktu 2008 hingga 2011 memudahkannya untuk menyelaraskan konsep melatihnya dengan ekspektasi tinggi publik Camp Nou.
Beberapa poin penting yang menjadi pekerjaan rumah khusus bagi seorang pelatih Barca ditata secara bertahap. Walau terlihat sederhana dan tampak sama di klub-klub lain, namun Enrique menjadikannya sebagai bagian kekokohan fondasi skuad yang bersifat jangka panjang.

Poin pertama yaitu regenerasi.
Keputusan Victor Valdes yang berniat mencari tantangan baru sejak pertengahan musim sebelumnya, ditambah dengan keputusan pensiun kapten Carles Puyol membuahkan kekosongan senioritas ulung di ruang ganti. Walaupun Valdes batal pindah dan mungkin masih akan sering beredar di kota Barcelona musim depan, ditambah keputusan Puyol yang menyatakan kesediaannya membantu Direktur Olahraga, Andoni Zubizaretta, di departemen sepakbola, Enrique meyakini adanya nilai kebaikan dari sebuah masa transisi untuk menularkan semangat heroisme masa jaya Barca kepada skuad baru. Sosok penting untuk pengkonkretan hal ini ada pada diri Xavi Hernandez.
Xavi, yang sudah menjadi wakil kapten selama enam tahun terakhir, tadinya juga berencana untuk hengkang. Tawaran beberapa klub dari Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat dan Liga Qatar terendus media sebagai bakal pelabuhannya berikut. Dengan sebuah langkah pasti, Enrique mengamankan keberadaan Xavi minimal setahun ke depan, namun dengan batasan tidak menjanjikannya sebuah posisi inti di skuad utama. Dalam konsep bisnis, mungkin yang hendak diterapkan Enrique adalah mendorong Xavi “berbicara” dalam acara “CEO Inspiration” bagi pemain-pemain baru.

Poin kedua menyangkut perekrutan alumni akademi sepakbola La Masia.
Di Barca, ada sebuah “tekanan” untuk secara konsisten menjadikan La Masia sumber pasokan pemain baru bagi tim senior. Rasionalitasnya terletak pada kualitas individu dan mental kolektivisme yang dibawa dalam diri tiap alumni, didikan pola 4-3-3 yang tertanam sejak usia dini, lalu berlanjut pada nilai transfer yang akan berhasil dihemat. Konsep ini semakin menemukan pembenarannya dalam sepuluh tahun terakhir dengan rengkuhan tiga trofi Liga Champions.
Tentunya bukan karena Enrique menjalani tujuh tahun pembinaan di sekolah sepakbola milik klub Sporting Gijon yang menyebabkannya tidak menunjukkan tanda-tanda akan ada seorang alumni La Masia baru yang masuk ke skuad utama Barca musim depan. Atau bahkan bila dikaitkan dengan penjualan Francesc “Cesc” Fabregas ke Chelsea. Dalam kondisi La Masia saat ini, tumpukan kualitas para alumni terpusat di lini tengah, sementara perbaikan lini belakang dan depan perlu disikapi lebih serius. Inilah sebabnya sehingga investasi (baca: pengeluaran)besar-besaran Barca musim ini bukan utamanya terjadi di lini tengah.
Satu-satunya poin regenerasi yang belum terselesaikan hingga mendekati dimulainya La Liga2014/15 adalah pencarian pengganti bek kanan Dani Alves. Dengan umurnya yang sudah mencapai 31 tahun serta kontraknya yang akan berakhir tahun depan, sulit untuk mengharapkan Alves akan menjadi opsi jangka panjang bagi skuad yang sedang dibentuk Enrique.
Poin ketiga adalah penajaman daya tempur.
Sekalipun Barca sudah bertabur bintang, penyelesaian akhir yang tidak efektif masih menjadi momok yang belum mampu diselesaikan Barca. Tepatkah keputasan merekrut Luis Suarez untuk poin ini? Bila menyinggung “masa istirahat”nya dari pertandingan kompetitif resmi selama empat bulan, sudah pasti Barca merugi. Apalagi bila mengacu kepada kondisi aktual sebelum pengurangan hukuman dilakukan, berlatih di stadion pun tidak mungkin bagi Suarez.
Tapi mari kita lihat stok striker yang ada di bursa. Andaikan pun pemegang rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, Miroslav Klose, masih berusia 25 tahun saat ini, Barca sudah pasti tidak akan mengejarnya. Seluruh titik penciptaan 16 gol yang diciptakan mantan penyerang tim nasional Jerman tersebut terjadi dalam satu koridor garis lurus selebar gawang hingga batas kotak penalti. Tidak ada garis silang yang cukup jauh terdeteksi dalam proses penciptaan gol oleh Klose.
Suarez menawarkan segalanya. Dia memiliki dribbling lengket atas bola, terbiasa dengan permainan diagonal, mumpuni dalam situasi one-on-one serta piawai menyambut bola silang. Dia juga menciptakan teror bila sudah bersiap mengambil tendangan bebas di luar kotak penalti. Gol sundulan acap terjadi lewat kepalanya. Keuletan dan kegesitannya bertarung akan membawanya sebagai sosok “Lucho” (yang artinya fighter atau pejuang), sebuah julukan yang melekat pula pada diri sang pelatih saat masih aktif bermain.
Yang agak mirip dengan profil Suarez ada beberapa, sebutlah Radamel Falcao dan Sergio“Kun” Aguerro, penyerang tengah asal Kolombia dan Argentina. Tapi, Falcao sedang dibekap cedera panjang dan Aguerro tidak menunjukkan sinarnya di Piala Dunia. Maka, dapat dimaklumi bila Barca segera mengamankan tanda tangan Suarez di bulan Juli kemarin.

Poin keempat adalah pengokohan lini belakang.
Setidaknya ada dua alasan penting di poin ini. Pertama karena jumlah kebobolan Barca di musim lalu yang sudah “tidak masuk akal” lagi. Di liga, Barcelonistas harus menyaksikan gawang tim kesayangannya dibobol lawan hingga 33 kali. Tentu ini bukan jumlah yang bisa ditoleransi untuk klub sebesar Barca.
Alasan berikut adalah untuk kepentingan fleksibilitas lini belakang. Kebiasaan Barca memainkan empat pemain belakang sekaligus akan sulit diubah bila mengandalkan skuad sebelumnya. Javier Mascherano, yang aslinya adalah gelandang bertahan, lebih fasih membaca permainan lawan di lini tengah dibanding sebagai penyapu serangan lawan hingga ke garis tepi. Marc Bartra pun demikian. Walaupun dapat dimaklumi terkait jam terbangnya yang paling minim diantara para bek tengah, kegagalannya mengantisipasi rangsekan Gareth Bale di sisi kanan pertahanan Barca saat final Copa del Rey menjauhkan Enrique dari keinginan menambah stok bek tengah Barca.
Kehadiran Jeremy Mathieu dan Thomas Vermaelen dijadikan jawaban atas kegundahan Enrique terhadap stok bek tengah Barca. Dua benteng raksasa ini, bila dipadukan dengan Gerard Pique, akan menjadi trio penghalau bola-bola udara ke jantung pertahanan Barca. Target terukur untuk prestasi mereka adalah reduksi atas frekuensi kebobolan dari bola-bola mati dan umpan silang ke kotak penalti Barca. Dengan adanya ketiga bek tengah ini, Enrique bisa memastikan pola 3-4-3 sebagai variasi realistis atas pakem 4-3-3 yang sudah rutin dimainkan Barca.

Poin kelima cukup unik, yaitu penciptaan kompetisi diantara para kiper anyar.
Walaupun sudah pasti hanya satu kiper yang berjaga di bawah gawang, Barca punya riwayat kompetisi untuk posisi kiper. Di musim 2002/03, Barca memiliki dua kiper berkualitas sekaligus, yakni Roberto Bonano asal Argentina dan mendiang Robert Enke asal Jerman. Setahun kemudian, Valdes menjadi kiper utama menyingkirkan Rustu Recber, kiper tim nasional Turki, yang turut membawa negaranya ke semifinal Piala Dunia 2002.
Kompetisi keras akan tercipta antara Marc-Andre ter Stegen, Claudio Bravo dan Jordi Masip. Kiper asal Jerman, Stegen, adalah rekrutan paling awal Barca, yang persetujuan kontraknya diyakini telah tercapai saat musim lalu masih berjalan. Bravo bermain cemerlang mengawal gawang tim nasional Cile di Brasil, sementara Masip adalah didikan La Masia sejak tahun 2004. Persaingan halus dapat dirasakan bila menyimak komentar-komentar terpisah mereka di media. Enrique sendiri tampaknya tidak mau terjebak dalam pilihan yang terlalu dini. Dalam wawancara dengan media Mundo Deportivo setelah kemenangan telak 6-0 atas HJK Helsinki, ia secara jelas memberikan kesempatan 33% bagi Stegen, 33% bagi Bravo dan 33% bagi Masip untuk menjadi kiper utama Barca musim depan. Siapa yang terpilih? Jelas, tidak bisa dipastikan saat ini.

Poin keenam dan yang paling penting, adalah deklarasi “I am the boss” oleh Enrique.
Dilihat dari struktur tim kepelatihan yang dibawanya, kebijakan transfer pemain, potensi perubahan cara bermain di atas lapangan, hingga gairah, semangat juang dan kepercayaan diri tinggi yang diusungnya, sangat jelas bahwa Enrique akan menempatkan diri sebagai role model yang wajib disimak instruksinya. Tak heran bila Josep Marie Bartomeu, Presiden Barca, sampai menunjuk sang pelatih sebagai rekrutan terpenting musim ini.
Setumpuk ilmu dan pengalaman yang dimiliki Enrique menjadi modal penting mengembalikan Barca ke masa jayanya. Kini dia bukan lagi kapten di atas lapangan, karena dia akan mulai kepemimpinannya sebagai pelatih, mengatur sekelompok talenta luar biasa berbaju biru merah.
Visca Barca!

# Terima Kasih Kepada : # Aceblast Buletin # CAPTURE MULTIMEDIA # DIGITAL STUDIO BANDUNG # Sandi Solution # TARKA RDP # CREATIF HAND BANDUNG # KomdakMediaVision.blogspot.com #

Terima Kasih Sudah Mau Berkunjung Ke Blog Kami